Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Cerpen lagi ah,,,

MELATI Jalan di depan pintu gereja terlihat sepi. Tidak ada lagi beberapa lelaki yang biasa kongko-kongko sambil mengobrol ringan atau sekadar menghabiskan sebatang rokok sebelum mengikuti misa hari Minggu itu. Melati terus melangkah mendekati pintu utama. Dari dalam gereja juga tak terdengar suara. Sunyi, entah benar-benar tidak ada suara karena semua umat sedang hening mendengarkan romo atau belum ada umat yang hadir. Ia melirik pergelangan tangan kirinya. “Ya,,, arlojiku lupa lagi” sesal Melati sambil tangannya langsung saja meraih gagang pintu . Ia  memutarnya dengan hati-hati agar tidak menimbulkan suara berisik yang mungkin mengganggu kekhusukan di dalam gereja. “Demikianlah Injil Tuhan…” “Terpujilah Kristuuu…s” terdengar suara pastor paroki disusul jawaban umat sahut-menyahut. Suara itu seakan men ghen entak menyambut Melati yang baru saja membuat tanda Salib tepat di bawah palang pintu utama Gereja St. Kristoforus . “Ya ampun, aku sudah sangat terlambat!” kel...

CERPEN: Poster Dinding

POSTER Berderak bunyi gagang pintu kamarku karena kubuka terburu-buru. Tanpa melepas sepatu kuliah kesayanganku,  yang aromanya tak bisa berkompromi lagi, aku berlari memasuki kamarku seperti orang kebelet pipis. “Huh…….!” gumamku sambil menghempaskan diri di atas kasur. Belum, dan memang bukan saatnya untuk tidur, tapi yah bergitulah, aku merasa begitu lelah sekali hari ini. Tidak seperti biasanya. Dengan keringat yang masih membasahi hampir sekujur tubuhku, tatapanku menyapu kosong ke arah dinding putih kamarku. Terhirup sisa aroma parfum murahan yang kupakai pagi tadi, berpadu menciptakan keseimbangan yang unik dengan aroma keringat dan kaus kaki bekasku yang tergeletak begitu saja di balik daun pintu. Indera ciumku telah terbiasa dengan aroma khas yang memenuhi ruangan kecil tempat aku menghabiskan sebagian waktuku ini. Terkadang memang aku membuka jendela lebar-lebar sekadar menetralisasi udara kamar 107 ini dengan sedikit udara segar. “Ah, lupakan saja soal aroma itu.” ...