Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label rohaniwan

MENTARI 7 Pagi

MENTARI 7 Pagi Aku terpaku tegak melekat pada salah satu kokoh tiang di ruang makan itu. Dari celah jeruji jendela sebelah timur sinar binar mentari tujuh pagi mereyap hangat, memendar di atas putih pigura. Aku tidak terpikat sinar itu. Dia menyilaukan lembab dan redup pagiku. Satu persatu tubuh-tubuh kokoh melangkah masuk. Kaku, membisu, dingin tanpa ekspresi. Masing-masing menempati posisi di belakan kursi trsusun rapi. Ada yang tertunduk beku mentap meja bersusun menu sarapan pagi. Mengapa tak mau duduk? Rupanya kursi-kursi itu belum penuh bertuan. Kita masih harus menunggu, hingga kursi terduduk penuh. Sesosok tua berkaca mata bening menyusup masuk menempati kursi di ujung ruangan. Dia berputih uban, bersimbah kerut-keriput lemak. Sorot matanya memancarkan kebijaksanaan usang. Semua patuh padanya. Aku masih saja paku melekat pada tiang tembok ruangan itu. Mengapa lama sekali? “In Nomine Patris, et Filii, et Spiritus Sancti............ Amen!!!!!” Baris-baris puisi magi...

100 malam

1000 Malam Seribu malam sudah, bahkan lebih. Awalnya,,,, kau begitu hangat mendekap kalbu, begitu dekat, erat kudekap hadirmu bahagiakanku, banggakanku dalam tawa,,, karena kau kupunya Seribu malam sudah, bahkan lebih. Rasa-rasanya bosan juga dengan putihmu seakan puas aku dalam jenuh lelah dan lemasku Hangatmu jadi gerahku di terik siang jalan ini lembutmu jadi perihku di lumur bening butir keringat ini Itukah kau? Seribu malam sudah, bahkan lebih juga hangatmu nyenyakkanku dalam lelap statusquo nyaman dalam dekap kemapanan senang juga aku punyamu… Itukah kau? ah,,, entah sampai kapan jalan ini akan berujung sempurna Mencapai titik finish pilihan diri… Setidaknya kau beriku satu kesempatan : menata diri dalam refleksi tuk terus menyusur jejak Sang ilahi