MAWAR MERAH dan ROSARIO
1. Pengantar
Dalam riwayat hidup St. Montfort kita mengetahui bahwa sejak usia kanak-kanaknya ia sangat mencintai doa rosario. Dalam salah satu kisah, diceritakan bahwa ia menjadi rasul Bunda Maria bagi saudara-saudari dan teman-teman sepermainannya. Ia sering mengajar dan mengajak mereka berdoa rosario. Seorang adiknya yang bernama Guyonne-Jeanne pernah merasa bosan berdoa rosario bersamanya, saat itulah ia berkata kepada adiknya: “Kalau kamu berdoa rosario kamu akan menjadi cantik sekali.” Dari kisah ini kita dapat melihat dengan jelas keintiman relasi Montfort dengan Rosario. Dalam buku Rahasia Rosario St. Montfort mengulas banyak hal tentang Rosario. Dalam penjelasan-penjelasan yang disampaikan Montfort, ia menjelaskan Rosario dengan analogi bunga mawar. Tulisan kecil ini mencoba mendalami bagaimana penjelasan St. Montfort dalam judul Mawar Merah. Kita akan mulai dengan melihat sesuatu di luar teks tentang bunga mawar dalam sejarah. Lalu bagaimana hubungan mawar dengan rosario, dan kemudian menggali pesan St. Montfort dalam tulisannya: Mawar Merah untuk orang berdosa.
2. Mawar merah
Dari berbagai sumber yang dihimpun ada beberapa data penting yang kita peroleh berkaitan dengan mawar. Mawar adalah tanaman semak dari genus Rosa sekaligus nama bunga yang dihasilkan tanaman ini. Mawar liar yang terdiri lebih dari 100 spesies kebanyakan tumbuh di belahan bumi utara yang berudara sejuk. Spesies mawar umumnya merupakan tanaman semak yang berduri atau tanaman memanjat yang tingginya bisa mencapai 2 sampai 5 meter. Walaupun jarang ditemui, tinggi tanaman mawar yang merambat di tanaman lain bisa mencapai 20 meter. Mawar mempunyai nilai ekonomi yang penting sebagai bunga potong dan bahan baku minyak bunga yang digunakan industriparfum. Parfum (minyak wangi) dibuat dari minyak mawar yang merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang diperoleh dari proses penyulingan dan penguapan lumatan daun-daun mahkota. Teknik penyulingan mawar berasal dari Persia yang menyebar ke Arab dan India. Dalam kebudayaan Barat, mawar adalah bunga lambang cinta dan kecantikan. Bunga mawar dianggap suci untuk beberapa dewa dalam mitologi Yunani seperti Isis dan Aprodite. Bunga mawar adalah bunga nasional Inggris dan digunakan sebagai lambang tim nasional rugby Inggris dan Rugby Football Union di Inggris. Di Kanada, bunga mawar liar merupakan bunga provinsi Alberta. Di Amerika Serikat, bunga mawar merupakan bunga negara bagian Iowa, North Dakota, Georgia, dan New York. Kota Portland di negara bagian Oregon yang setiap tahunnya mengadakan festival bunga mawar sering disebut "Kota Bunga mawar." Bunga mawar merupakan simbol anti-kekerasan di Georgia sewaktu terjadi Revolusi Mawar di tahun 2003. Selain itu, bunga mawar sering dijadikan objek lukisan oleh banyak pelukis. Pelukis Perancis bernama Pierre-Joseph Redouté terkenal dengan lukisan berbagai spesies bunga mawar yang digambar dengan sangat teliti.
Ada beberapa legenda kuno yang sangat terkenal dalam peradaban dunia tentang bunga mawar.
• Dalam mitologi Yunani, dikatakan bawa Aphrodite, Dewi Cinta, menciptakan mawar yang muncul dari air matanya dan darah Adonis kekasihnya.
• Bangsa Romawi, mengubah Aphrodite menjadi Venus dewi mereka, juga mengadopsi mawar: mawar menjadi simbol cinta dan keindahan. Cupid, putra Venus, menawarkan mawar ketika mencoba untuk menyuap Dewa Diam untuk merahasiakan petualangan asmara Venus. Hal ini membuat bunga mawar menjadi simbol kerahasiaan: langit-langit ruang makan Romawi dihiasi dengan mawar, untuk mengingatkan para tamu agar menyimpan rahasia tentang apa yang telah dikatakan selama makan malam. “Sub Rosa”: di bawah mawar, sampai hari ini berarti "rahasia".
• Ada semak mawar tertua di dunia yang dianggap telah hidup seribu tahun. Hingga hari ini, mawar itu masih terus mekar di dinding Katedral Hildesheim di Jerman.
• Dalam mitologi Yunani Kuno, ketika Cupid putra dari Venus terkejut karena disengat lebah, ia menembakkan anak panahnya ke kebun mawar. Sengatan panah itu diyakini penyebab tumbuhnya duri mawar. Ketika Venus berjalan melewati taman dan kakinya tertusuk duri, tetesan darahnya kemudian menjadi bunga mawar merah.
• Ada legenda bahwa pada masa Kekaisaran Romawi ada seorang gadis yang cantik tiada taranya bernama Rhodanthe. Kecantikannya menarik banyak pemuda yang mengejarnya tanpa henti. Ketika ia kelelahan karena dikejar, Rhodanthe terpaksa berlindung di kuil temannya Diana. Sayangnya, Diana yang bersifat cemburu dan ketika para pemuda mendobrak gerbang kuilnya untuk mengejar Rhodanthe tercinta, dia menjadi marah. Dengan sangat marah, Diana mengubah Rhodanthe menjadi mawar dan para pemuda menjadi durinya.
• Dalam sebuah legenda Arab, semua mawar pada awalnya berwarna putih. Sampai pada suatu malam ketika burung bulbul bertemu dengan mawar putih yang indah dan jatuh cinta padanya. Ketika itu bulbul belum bisa berkicau merdu, mereka hanya bisa bersuara serak dan berkicau seperti burung lainnya. Tapi karena begitu dalamnya cinta burung bulbul itu kepada mawar putih sehingga ia terinspirasi untuk menyanyi merdu untuk pertama kalinya. Akhirnya, kedalaman dan kebesaran cintanya kepada mawar membuat ia mendekapkan dirinya begitu erat kepada bunga mawar dan duri mawar menusuk hatinya, darahnya mewarnai mawar merah samapai selamanya.
Bunga mawar merah sering dianalogikan dengan cinta dan romantisme, bunga mawar merah merupakan salah satu simbol yang paling universal. Banyak orang akan memberikan mawar merah ketika mengungkapkan cintanya, warna merah merupakan tanda cinta sejati. Bahkan mawar merah pernah digunakan sebagai simbol politik dan agama. Namun, tak jarang mawar merah juga sebagai tanda cinta yang menggebu-gebu, sehingga terkadang pemberi mawar warna merah kerap berkalang nafsu dan ambisi.
3. Rosario dan mawar merah
Kata Rosario berasal dari bahasa latin, rosarium (dari akar kata Latin, rosa = bunga mawar), yang berarti karangan bunga mawar bisa juga kebun mawar. Di dalam Kidung Agung ditulis seorang wanita cantik yang tinggal di sebuah kebun. Ia digambarkan sebagai bunga mawar dari Saron, bunga bakung di lembah-lembah; (Kid 2: 1). Hubungan antara mawar dan kebun mawar dengan Maria semakin menunjukkan maknanya dalam tradisi umat Katolik dalam abad ke-12, melalui tulisan dari Bernard dari Clairvaux dan ordonya Benediktin. Seni religius juga menampilkan mawar sebagai perlambang Maria. Dalam Yes 11: 1, “Suatu tunas akan keluar dari tunggul Isai, dan taruk yang akan tumbuh dari pangkalnya akan berbuah.” Tunas yaitu keturunan baru dari Isai dan Taruk itu melambangan Maria. Buah melambangkan Yesus yang lahir dari Maria.
Dalam Rahasia Rosario St. Montfort menjelaskan bahwa mawar itu melambangkan Yesus dan Maria dalam kehidupan, kematian dan keabadian. Daunnya adalah misteri kegembiraan, durinya adalah misteri sengsara, bunganya adalah misteri kemuliaan, kuncupnya adalah masa kanak-kanak Yesus dan Maria, kelopaknya yang terbuka adalah lambang penderitaan mereka. Mawar yang merekah melambangkan kemenangan serta kemuliaan Yesus dan Maria. St. Montfort mempersembahkan mawar merah untuk para pendosa. Ia menyebut dirinya sendiri juga adalah seorang pendosa kaliber, karena siapakah manusia yang tidak berdosa selain Maria? Ini berarti bahwa mawar merah ini dipersembahkan untuk semua manusia.
Apa yang sebenarnya menjadi tujuan St. Monfort melelui persembahan mawar merah kepada para pendosa adalah untuk menggantikan makna penggunaan mawar seperti yang digambarkan dalam kitab Kebijaksanaan. Orang-orang berdosa dalam Keb. Menggunakan bunga mawar untuk berpesta pora dan hidup berfoya-foya. Di sana dikatakan: “Jadi, marilah kita menikmati hal-hal baik yang masih ada, dan bergegas menggunakan alam seperti di masa muda! Marilah kita manfaatkan air anggur yang mahal serta wangi-wangian sepuas-puasnya, dan bunga musim semi janganlah kita lewatkan! Marilah kita mengenakan karangan kuncup mawar sebelum jadi layu! Di antara kita jangan seorangpun mengelakkan diri dari kesukaan kita! Hendaklah di mana-mana kita tinggalkan tanda-tanda keriangan kita, sebab itulah bagian dan nasib kita!" (Keb 2: 6-9). St. Montfort mau menggantikan mahkota mawar kesia-siaan ini dengan mahkota mawar rosario suci. Di sini ia membedakan mawar yang sejati dan mawar yang menyakitkan. Keduanya memang sama-sama berduri, tetapi yang satu akan menyisakan kesakitan dan kepahitan yang abadi dan mawar sejati akan memberikan keselamatan. Mengenakan mahkota mawar sejati yang dimaksud adalah mendarasakan seluruh untaian rosario suci setiap hari. Ada dua alasan mengapa kita melakukan hal tersebut:
a. Untuk menghormati tiga mahkota Yesus dan Maria, mahkota rahmat Yesus pada saat penjelaman-Nya, mahkota duri-Nya selama penderiataan, mahkota kemuliaan-Nya di surga, dan tentunya tiga mahkota yang dikaruniakan Tritunggal Mahakudus kepada Maria di surga.
b. Agar kita sendiri menerima tiga mahkota dari Yesus dan Maria, yaitu mahkota mahkota berkat selama hidup kita, mahkota kedamaian pada saat ajal kita, dan mahkota kemuliaan di surga.
Montfort menjamin hal ini dengan mendasarkan diri pada 1Ptr 5: 4; “Maka kamu, apabila Gembala Agung datang, kamu akan menerima mahkota kemuliaan yang tidak dapat layu.” Maka saat ini kita dapat menyimpulkan bahwa inti pesan St. Montfort di sini tidak lain adalah ajakan pertobatan melalui doa rosario.
Komentar
Posting Komentar